Senin, 23 Juli 2012

Putus cinta, salah satu penyebab ABG Indonesia bunuh diri

Banyak faktor yang menjadi alasan seseorang ingin mengakhiri hidupnya. Salah satunya hanya karena masalah percintaan.

[imagetag]


Berdasarkan catatan Komnas Perlindungan Anak (PA) sepanjang Januari sampai Juni 2012, ada 20 kasus bunuh diri dengan korban sekitar 80 persen adalah remaja berusia 13-17 tahun. Dari jumlah itu, 13 orang dinyatakan tewas sedangkan sisanya berhasil diselamatkan.

"Intinya penyebab anak bunuh diri karena faktor klinis dan tendensi," kata Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait, kepada wartawan di kantornya, Senin (23/7).

Arist menambahkan, ada sejumlah parameter yang menyebabkan para remaja belia itu bunuh diri. Yakni putus cinta 8 kasus, tersangkut masalah ekonomi 7 kasus, disharmonis dalam keluarga 4 kasus dan problema di lingkungan sekolah 1 kasus.

"Kebanyakan korban yang melakukan aksi bunuh diri ini berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dengan modus gantung diri 9 kasus, menggunakan senjata tajam 8 kasus, terjun dari ketinggian 2 kasus serta menenggak racun 1 kasus," beber Arist.

Melihat fenomena ini, Arist Merdeka Sirait mengimbau pihak keluarga lebih proaktif dan memberikan perhatian lebih pada anak. Orang tua diharapkan mengajak anak berbicara ketika mereka mengalami persoalan mental dan psikologi agar tak nekat mengakhiri hidup.

"Orang tua sebaiknya mengawasi dan memberikan perhatian khusus," tambahnya.

Sebab, jika pengawasan lemah, bukan tidak mungkin anak mencari pelarian ke dunia luar hingga akhirnya terjerumus dan salah jalan.

"Di sini semua elemen dalam lingkup terdekat seperti keluarga, lingkungan rumah dan sekolah perlu meluangkan perhatian lebih. Mental anak belum stabil sehingga harus dibimbing," tandasnya.


Sumber
779435

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar