Jumat, 10 Agustus 2012

Antara Nuzulul Quran & Lailatur Qadar

Antara nuzulul Quran dengan lailatul qadar
Selamat siang ustaz Yusuf Mansur, saya mau tanya, apa bedanya nuzulul Quran sama lailatul qadar?
Terima kasih,
Pembaca merdeka.com
Jawaban
Nuzulul Quran, adalah malam diturunkannya Alquran. Kalau malam lailatul qadar, malam yang keutamaannya melebihi 1000 bulan.

Pengertian lailatul qadar adalah sebuah malam dari malam-malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadan, diturunkan di dalamnya takdir-takdir seluruh makhluk ke langit dunia. Allah SWT mengabulkan doa di dalamnya, dan ia adalah malam yang telah diturunkan Alquran yang Agung. Lihat Mu'jam lughat al-Fuqaha, hal: 326.

1. Tidak diragukan lagi, lailatul qadar akan selalu ada sampai hari kiamat
2. Tidak diragukan lagi, lailatul qadar di bulan Ramadan
3. Lailatul qadar di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, tanpa ada keraguan
4. Lailatul qadar lebih ditekankan adanya di malam-malam ganjil daripada malam genap

Sebagian tanda-tanda lailatul qadar:
1. Di pagi harinya, matahari terbit tidak memancarkan cahaya yang menyengat
2. Malam yang cerah, tidak panas tidak juga dingin
3. Tidak ada bintang jatuh, bulan pada malam itu seperti bulan purnama

Hendaknya memperbanyak membaca doa اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى pada lailatul qadar

Semoga hal-hal berikut menggugah seorang muslim mencari lailatul qadar:
1. Allah telah menurunkan di dalamnya Alquran yang Agung, yang dengannya terdapat petunjuk bagi manusia dan jin. Dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat
2. Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah
3. Di dalamnya dijelaskan setiap perkara yang hikmah
4. Beramal ibadah di dalamnya lebih baik daripada beramal ibadah di seribu bulan (83 tahun 4 bulan) yang tidak ada lailatul qadarnya
5. Pengagungan lailatul qadar di sisi Allah Ta'ala
6. Para Malaikat dan Jibril turun pada lailatul qadar, dan mereka tidak turun kecuali membawa kebaikan, berkah dan rahmat
7. Barangsiapa yang beribadah pada lailatul qadar karena iman dan pengharapan pahala, niscaya diampuni yang telah lalu dari dosanya
8. Barangsiapa yang diharamkan dari kebaikannya maka sungguh ia telah diharamkan dari kebaikan seluruhnya dan tidak diharamkan akan kebaikannya kecuali orang yang sangat merugi.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar